Monday, January 30, 2017

Tips menulis artikel ilmiah agar masuk jurnal internasional – pengalaman pribadi



Pembahasan jurnal internasional dikalangan para akademisi akan selalu hangat topiknya. Menulis artikel ilmiah yang bisa masuk dijurnal internasional akan menjadi kebanggan sekaligus keuntungan tersendiri. Melalui artikel imiah yang masuk dijurnal internasional seseorang akan diakui tulisannya dalam skala yang lebih tinggi. Sedangkan beberapa keuntungan praktis lainnya yang didapat adalah nilai untuk kenaikan pangkat, untuk mencapai gelar profesor dan beberapa pemenuhan syarat tertentu agar mencapai jenjang yang lebih tinggi. Biasanya untuk anda yang bergelut didunia pengajar akan sangat dan merasa membutuhkan hal ini.  Menurut beberapa pengalaman orang yang telah sukses artikelnya diterima dijurnal internasional untuk bisa jadi seperti mereka adalah “gampang-gampang susah”. Mudah disini yang dimaksud adalah jika anda sudah terbiasa menulis artikel ilmiah tetapi selalu saja belum bisa masuk dijurnal internasional mungkin anda belum melalukan tips berikut ini. Sedangkan susah jika anda memang baru belajar dan belum terbiasa menulis artikel ilmiah. Beberapa tips berikut ini merupakan pengalaman pribadi saya mendengarkan langsung penjelasan oleh profesor dan guru besar disalah satu universitas di Indonesia menulis artikel ilmiah agar masuk dijurnal internasional.

Pergaulan anda harus internasional



Jika anda sudah terbiasa menulis artikel ilmiah tetapi belum bisa masuk dijurnal internasional  bukan berarti tulisan anda tidak bagus. Bisa jadi tulisan anda sangat bagus hanya saja kurang memenuhi kriteria sehingga tidak bisa masuk dijurnal internasional. Menurut pengalaman prof (pada waktu itu saya memanggilnya dengan sebutan ini) mempunyai teman dari luar negeri cukup memberikan kontribusi positif (teman seprofesi). Contoh dan maksudnya begini, pada suatu kesempatan prof menjadi ketua semacam forum yang melibatkan angggota dari luar negeri. Secara tidak langsung akan terjalin komunikasi yang baik antar negara. Komunikasi ini akan membuka peluang yang sangat lebar informasi tentang  jurnal internasioanal. Kemudian anda bisa mengajukan artikel ilmiah kepada mereka. Ketika mereka jadi editor  salah satu perilakunya adalah mereka akan benar-benar memeriksa artikel anda dengan sangat detil bahkan merubahnya total dalam satu paragraph menjadi lebih sempurna. (setiap kata maupun paragraph yang dirubah mereka akan selalu minta ijin atau persetujuan, contohnya:  “apakah ini boleh dirubah”,  “jika dijinkan akan jadi lebih baik  jika seperti ini”, “saya membutuhkan persetujuan anda untuk merubah paragrap ini”).

Tentukan jurnal yang ingin dituju, baru kemudian tulis, bukan sebaliknya




Yang biasa terjadi adalah kita menulis banyak artikel, kemudian baru menentukan tujuan jurnalnya. Ini adalah kesalahan yang mengakibatkan artikel anda akan sulit diterima dijurnal internasional (sulit bukan berarti tidak bisa). Setiap jenis jurnal internasional punya karakter tersendiri sesuai dengan tema dan corak penulisannya. Jika anda lebih dulu menulis artikel dari pada tahu bagaimana gaya dan corak penulisannya, maka artikel anda akan sulit menyesuaikan. Untuk itu anda harus tentukan dulu jurnal sesuai dengan minat dan kesukaan temanya. Misal anda suka menulis tentang budaya, maka anda pilih jurnal budaya dan pahami corak penulisannya melalui artikel-artikel yang telah terbit. Anda bisa membacanya 3 sampai lima artikel, baru kemudian anda akan memahaminya. Sekali lagi, bukan karena artikel anda tidak bagus jika ditolak dijurnal internasional, bisa jadi hanya kurang sesuai dengan gaya penulisannya.

Menulis dengan sederhana tapi penuh wibawa

 


Salah satu tips berikutnya adalah menulislah dengan penuh wibawa. Ketika anda menulis anggap anda sedang menyajikan suguhan untuk orang lain. Saat anda menulis mindsetkan bahwa tulisan anda akan dibaca oleh orang-orang biasa, bukan sebaliknya dengan begitu bahasa yang tercipta akan sederhana, mudah dipahami tapi berwibawa. Lain halnya jika anda berpikir bahwa tulisan anda akan dibaca oleh orang-orang tinggi, bisa jadi anda memaksakan bahasa menjadi monoton, kaku, tidak sebagaimana mesinya, maka tidak akan muncul kewibaannya.

Cari topik sederhana tetapi di bahas dengan analisis tinggi bukan sebaliknya




Pemilihan topik yang sesuai seirama dengan jurnal yang ingin di tuju menjadi faktor penting. Fenomena yang biasa terjadi adalah anda mencari topik yang sulit dan komplek tetapi dibahas dengan biasa saja, kurang berbobot. Analisis yang dihasilkan tidak terlalu menggugah padahal topiknya sangat penting. Bisa saja ini yang mengakibatkan artikel anda tidak masuk jurnal internasional. Rumusnya adalah anda cukup angkat topik yang sederhana tapi dibahas dengan sangat dalam dengan isu-isu baru yang belum pernah disajikan. Contoh, anda ambil tema tusuk gigi, jika terdengar sekilas orang akan mengira apa pentingnya tusuk gigi untuk dibahas. Tetapi jika pembahasannya sampai pada tingkat eksplotasi pekerja perusahaan tusuk gigi bisa jadi pembahasan menarik. Sekali lagi anda hanya perlu analisis dengan isu yang mendalam dari topik sederhana

Artikel dengan kesimpulan jalan keluar dari fenomena yang sama


Orang luar negeri biasanya sangat mementingkan kualitas dari pada kuantitas. Setiap tulisan artikel yang dihasilkan tentu harus punya manfaat sebagai jalan keluar maupun jawaban dari sebuah pertanyaan. Maksudnya seperti ini, didunia ini tentu ada kemiripan fenomena yang terjadi antara satu wilayah dengan wilayah bagian negara lain. Fenomena tersebut bisa seperti perubahan alam, budaya adat istiadat, kepercayaan, mitos, dan lain-lain. Nah anda bisa membahas fenomena yang terjadi disekitar lingkungan dengan analisis isu mendalam yang bisa menjawab pertanyaan sama di tempat lain. Ibaratnya artikel anda mempunyai kesimpulan yang menjawab fenomena kiasan diwliyah lain. 

Jadikan menulis sebagai gaya hidup



Tips berikutnya adalah untuk anda yang belum terbiasa menulis artikel. Ide biasa muncul dengan cepat dan kapan saja tanpa kita duga, tetapi bisa hilang dalam sekejap ibarat kilat petir. Ide-ide brilian memang kadang muncul seperti itu. Nah kita perlu menyiasati dengan menjadikan menulis sebagai gaya hidup. Dimana kita berada ketika sedang muncul ide segera tulis, jangan menunggu beberapa saat, anda pasti akan kesulitan mengingatnya. Ide-ide cemerlang dihasilkan dari perenungan yang mendalam, biasanya terjadi tanpa sengaja ketika anda sedang menikmati pemandangan atau sedang didalam kendaraan atau sedang makan. Apapun keadaannya pastikan anda segera tulis ide tersebut secara garis besar sebelum dikembangkan lebih lanjut.

Demikian beberapa tips sederhana yang bisa saya bagikan. Sesuai dengan judul tulisan ini tips menulis artikel ilmiah agar masuk jurnal sesuai pengalaman pribadi yang dimaksud adalah pengalaman pribadi telah mendengarkan langsung ulasan dan penjelasan point-point diatas dari profesor disalaah satu  universitas yang ada di Indonesia. Semoga tips ini selain bermanfaat untuk pembaca lainnya juga bermanfaat untuk saya sebagai landasan agar artikel ilmiah bisa masuk jurnal internasional (by the way artikel saya belum pernah masuk jurnal, hehe).


Note: Point-point diatas adalah benar sebagaimana adanya dari ulasan langsung, apabila ada kesalahan atau kekurangan silahkan beri masukan saya dikolom komentar.

Salam Borneo